Nilaisaham.com – Super Bank Indonesia atau SUPA adalah salah satu emiten yang akan resmi melakukan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (17/12/2025) besok. Pencatatan perdana saham salah satu bank digital di Indonesia ini menjadi momentum penting bagi penambahan layanan sektor pelayanan digital di tanah air. Bagi investor, pencatatan perdana ini adalah momentum investasi yang penting. Agar para investor memahami emiten ini, berikut ini ulasan berbagai aspek yang terkait dengan emiten ini.
Apa itu Super Bank Indonesia?
Super bank Indonesia atau SUPA adalah salah satu bank digital yang memberikan layanan keuangan inovatif dan berbeda dengan bank konvensional. Awalnya, SUPA bernama Bank Fama International yang didirikan pada 1993. Perubahan nama menjadi Super Bank Indonesia terjadi pada 2022.
Sebagai bank digital, SUPA memiliki berbagai jenis yang membedakannya dengan perbankan pada umumnya. Pertama, layanan yang dikembangkan oleh SUPA telah terintegrasi dengan ekosistem digital di Indonesia, seperti OVO dan Grab. Integrasi ini menyebabkan SUPA efektik untuk menjaring nasabah dari pengguna layanan digital kedua platform ini.
Kedua, SUPA juga didukung oleh group Emtek, Singtel, dan KakaoBank. Emtek atau Elang Media Visitama adalah perusahaan induk SUPA yang berperan penting pada struktur kepemilikan dan integrasi ekosistem untuk bank digital ini. Emtek menjadi salah satu pemegang saham pengendali yang sebelum melantai dibursa, memegang saham hingga 31,11% modal disetor.
Singtel atau Singtel Alpha Investment adalah konglomerasi telekomunikasi dari Singapura yang merupakan mitra strategis serta pemegang saham. Singtel juga menjadi salah satu pemegang saham SUPA. Jumlah kepemilikan sahamnya mencapai 8,46%.
KakaoBank adalah bank digital dari Korea Selatan yang bertindak sebagai pemegang saham dan mitra strategis SUPA. KakaoBank telah berinvestasi pada SUPA sejak 2023 dengan jumlah saham mencapai 9,95%.
Selain ekosistemnya yang serba terintegrasi dan lengkap, SUPA juga memiliki produk-produk yang unggul. Hingga saat ini, beberapa produk tersebut menjadi produk inovatif yang telah diluncurkan oleh SUPA.
Tabungan Utama
Ini jenis tabung utama SUPA yang sangat praktis. Akun nasabah akan dibuka otomatis dan berfungsi operasional setelah pendaftaran aplikasi dengan e-KTP dan verifikasi wajah. Tingkat bunga yang ditawarkan mencapai hingga 5% per tahun. Tidak diperlukan saldo minimum untuk membuka akun tabungan. Selain itu, biaya administrasi bulanan. Integrasi tabungan pada ekosistem Grab, memungkinkan pembayaran langsung di dalam super app Grab. Layanan lainnya: dan transfer gratis untuk 200 transaksi pertama setiap bulan.
Saku by Superbank
Produk tabungan digital fleksibel untuk membantu nasabah mengatur keuangan pribadi dan mencapai tujuan tertentu. Nasabah dapat membuat hingga delapan akun Saku individual yang dapat disesuaikan namanya. Saku menawarkan bunga 5% per tahun, tanpa biaya atau saldo minimum. Produk ini mendukung fitur Auto Debit dan berfungsi sebagai sumber dana untuk pembayaran QRIS.
Baca Juga: IPO Bank Digital Superbank: 7 Alasan Sebelu Ikut Serta.
Celengan by Superbank
Produk tabungan digital ini dirancang untuk nasabah agar mendorong menabung secara otomatis. Suku bunga Celengan tergolong tinggi hingga sebesar 10% per tahun. Mekanisme menabung otomatisnya termasuk Auto-Fill (pembulatan saldo harian) atau Non-Auto-Fill (debit harian tetap Rp1.000–Rp50.000). Saldo maksimum Celengan adalah Rp5.000.000.
Deposito
SUPA juga memiliki produk deposito berjangka. Deposito berjangka ini menawarkan imbal hasil lebih tinggi, hingga 7,5% per tahun, dengan jangka waktu mulai dari 7 hari hingga 12 bulan. Jumlah setoran awal minimum adalah Rp500.000 tanpa biaya administrasi untuk penarikan awal.
Pinjaman Atur Sendiri (PAS)
SUPA juga memiliki produk pinjaman tanpa agunan. Pinjaman digital tanpa agunan (unsecured) dengan proses sepenuhnya digital di aplikasi Superbank. Menawarkan persetujuan cepat (rata-rata kurang dari tiga menit) dan batas kredit hingga Rp100.000.000. PAS adalah revolving loan facility dengan suku bunga mulai dari 0,05% flat per hari.
Ceruk Pasar SUPA
Ceruk pasar bisnis Super Bank Indonesia keuangan digital yang masih terbuka lebar menjadi alasan SUPA melakukan IPO dan mencatatkan diri sebagai salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia. Sejak pendiriannya, Super Bank Indonesia memposisikan diri untuk memberikan layanan keuangan bagi nasabah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pada 2026 saja, kebutuhan pembiayaan UMKM diproyeksikan mencapai Rp4300 triliun. Dari jumlah kebutuhan tersebut, hanya 44% yang telah terlayani oleh perbankan di tanah air.
Melantai Perdana Di BEI
Super Bank Indonesia telah memulai proses penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) sejak Jumat (12/12/2025) lalu. Target dana IPO mencapai Rp3,06 triliun. Nilai IPO ini termasuk dalam kategori jumbo jika dibandingkan dengan IPO lainnya. Pada saat IPO, harga penawaran saham berkisar antara Rp150 hingga 665 per lembar saham. ***






























