Nilaisaham.com – Sri Mulyani akhirnya benar-benar diganti sebagai Menteri Keuangan hari ini (09/09). Demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa adalah salah satu faktor pemicunya. Bagi Indonesia, ini penting karena sebuah kotak pandora telah dibuka. Kuatnya pengaruh Sri Mulyani pada pasar modal dan pasar uang menjadi faktor yang harus diperhitungkan. Sebagai trader dan investor saham, efek dari mundurnya Menteri Keuangan – atau Efek Sri Mulyani – ini perlu diperhitungkan pada kegiatan trading hari ini. Apa saja efeknya dan bagaimana strategi trading rekan trader, simak ulasan singkatnya.
Membuka Kotak Pandora
Salah satu spekulasi terbesar terkait dengan kebijakan publik di Indonesia dalam astu dekade terakhir adalah kuatnya pengaruh Sri Mulyani dalam kebijakan fiskal dan moneter. Kelompok bisnis dan investor menaruh kepercayaan yang tinggi pada kemampuan Sri Mulyani — sebagai menteri Keuangan — untuk menghasilkan kebijakan fiskal dan moneter yang memberikan stabilitas. Fakta bahwa ekonomi Indonesia tumbuh konsisten dia ngka 5% per tahun adalah bukti dari keyakinan tersebut.
Persoalannya adalah ketidakpuasan masyarakat. Jika kelompok bisnis memperoleh manfaat dari kebijakan tersebut, tidak demikian halnya dengan kelas menengah dan bawah. Kebijakan efisieni anggaran untuk antisipasi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, kebijakan pajak yang semakin intensif untuk membayar hutang negara ternyata sangat merugikan kelas menengah dan kelas bawah. Oleh sebab itu, turunnya Sri Mulyani adalah membuka kontak pandora untuk melihat seberapa besar faktor yang disebut Efek Sri Mulyani ini.
Efek 1: Turunnya IHSG
Efek pertama yang diamati oleh nilaisaham.com adalah turunnya IHSG pada penutupan perdagangan. Hingga Senin (08/09), IHSG turun 1,28% menjadi 7766. Ini menunjukkan bahwa semua saham terkoreksi akibat sentimen negatif mundurnya Sri Mulyani. Nilai koreksi ini lebih tinggi dibandingkan dengan nilai fluktuasi biasanya. Penurunan indeks ini menunjukkan adanya modal keluar untuk mengantisipasi risiko yang kemungkinan dapat terjadi sebagai konsekuensi dari turunnya Sri Mulyani. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani memang dikenal piawai dalam mengelola kebijakan fiskal dan moneter sehingga selama lebih dari 10 tahun terakhir mampu menjaga kestabilan dan tingkat kepercayaan investor dan pelaku pasar modal.
Efek 2: Sektor Tak Terdampak
Semua sektor terdampak Efek Sri Mulyani, kecuali 4 sektor ini: bahan dasar; industri, konsumsi non siklikal, serta permesinan. Sektor keuangan adalah yang paling terdampak. Kaitan antara sektor ini dengan kepercayaan publik memang sangat tinggi sehingga dampak pada sektor ini relatif lebih tinggi.
Indeks sektoral sektor bahan dasar; industri, konsumsi non siklikal, serta permesinan. Sektor ini tidak memiliki hubungan langsung dengan perubahan struktur pengambil kebijakan. Sektor-sektor ini sangat ditentukan oleh faktor fundemental dan efektivitas operasional emiten. Saham-saham dari emiten ini adalah pilihan yang tepat saat indeks terkoreksi saat ini.
Efek 3: Sektor Terdampak
Tiga sektor paling terdampak Efek Sri Mulyani yaitu teknologi, komposit , dan perbankan. Sentimen negatif sektor perbankan dan Efek Sri Mulyani memang sangat tinggi. Alasannya adalah keterkaitan yang erat antara sektor keuangan dangan kebijakan fiskal dan moneter. Ketidakpastian pasar akibat pengunduran diri Menteri Keuangan akan menimbulkan reaksi spontan dari investor dan saham sektor keuangan dan perbankan. Hal ini menambah intensif sentimen negatif pada sektor yang telah mengalami downtrend konsisten sejak lama.
Yang cukup mengherankan adalah pengaruhnya pada sektor teknologi. Kemungkinan ini adalah sikap jaga-jaga yang diambil para investor untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Tidak ada korelasi langsung antara sektor tekonologi dengan kebijakan fiskal dan moneter. Penurunan ini bukan termasuk Efek Sri Mulyani. Aksi jual yang dilakukan oleh investor atau trader saham sektor teknologi adalah aksi profit taking untuk mengamankan keuntungan karena kondisi soaial yang masih tidak pasti. Harga saham pada sektor-sektor ini diperkirakan akan stagnan atau mengalami aksi jual yang tinggi pada trading hari ini (09/09).
Strategi Investasi
Turunnya IHSG dan dampak pada kinerja saham sektoral nampaknya belum mengindikasikan apa yang dirumorkan sebagai Efek Sri Mulyani selama ini. Turunnya IHSG hari ini nampaknya masih dapat dikategorikan sebagai koreksi biasa. Paling tidak mundurnya Sri Mulyani dari Kabinet Merah Putih bukan faktor dominan yang mempengaruhi IHSG. Efek residualketegangan sosial di tanah air dan ketidakpastian ekonomi global masih berkontribusi pada perubahan IHSG tersebut.
Rekan trader yang memegang saham dari sektor terdampak, sebaiknya menunggu hingga kondisi kembali normal. Respon Dewan Perwakilan Rakyat yang mulai membuka komunikasi dengan masyarakat dan diberhentikannya beberapa anggota dewan yang menjadi pemicu ketegangan sosial dan demonstrasi akan menurunkan risiko ketidakpastian investasi.
Ketegangan politik tidak berpengaruh pada fundamental perusahaan saat ini. Tidak ada efek dari demonstrasi yang dilakukan pada operasional bisnis. Optimisme justru muncul jika tuntutan yang disampaikan oleh masyarakat dan mahasiswa dipenuhi oleh pemerintah dan DPR. Jadi, kondisi ini seharusnya positif bagi investasi. Adanya Menteri Keuangan yang baru diharapkan akan memperkuat optimisme dan market trust untuk mengimbangi apa yang disebut sebgai Efek Sri Mulyani selama ini. ***
Baca Juga: Saham Auto Reject Atas: Harus Bagaimana?
——————————————————————————————————————Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak, membeli, atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Nilaisaham.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang diperoleh dari keputusan investasi pembaca.






























