Nilaisaham.com – Investasi saham adalah praktik bisnis yang aktivitas utamanya adalah melakukan analisis. Oleh sebab itu, teknik analisis saham adalah faktor terpenting dalam kegiatan investasi dan trading. Setiap keputusan , baik untuk melakukan aksi jual maupun aksi beli saham memerlukan analisis. Analisis yang baik akan menghasilkan profit jika dieksekusi dengna baik. Sebaliknya, kegagalan analisis akan membuat investasi menjadi kegiatan yang merugikan. Terdapat berbagai ragam teknik analisis saham sesuai dengan kebutuhan. Apa saja teknik analisis saham yang perlu diketahui khususnya bagi rekan trader dan investor pemula.
Analisis Fundamental
Teknik analisis saham yang pertama adalah analisis fundamental. Inti dari analisis fundamental adalah untuk mengetahui nilai intrinsik saham. banyak faktor yang dipertimbangkan untuk menentukan nilai intrinsik atau nilai wajar saham tersebut. Beberapa di antaranya adalah kindisi keuangan perusahaan, kinerja bisnis, dan prospek perusahaan, Selain itu, faktor ekonomi dan insdustri yang lebih luas juga menjadi pertimbangan utama.
Nilai intrinsik yang diperoleh akan dibandingkan dengan harga saham pada hari perdagangan. Trader atau investor akan memutuskan untuk membeli saham jika harga saham lebih rendah dibandingkan dengan nilai intrinsiknya. Sebaliknya, investor atau trader tidak akan berinvestasi atau membeli saham jika ternyata harga pasar lebih tinggi daripada nilai intrinsik saham tersebut. Saham ini dikatakan telah overvalue sehingga potensi untuk memberikan gain lebih rendah.
Baca Juga: Daftar Istilah Pasar Modal
Analisis Sentimen Pasar
Analisis sentimen adalah teknik analisis yang bertujuan untuk mengetahui mood atau perasaan para pemegang saham secara kolektif. Sentimen ini penting untuk dianalisis karena memberikan informasi mengenai keyakinan, harapan, dan kecemasan para pemegang saham. Sentimen ini akan berpengaruh pada tindakan jual atau beli saham pada hari perdagangan.
Analisis ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu analisis berita atau informasi terkait dengan sektor maupun saham individual atau kondisi umum yang berpengaruh pada saham. Teknik kedua adalah melakukan analisis efek dari kondisi fundamental pada psikologi investor dan trader.
Analisis sentimen pasar adalah analisis yang cukup kompleks tetapi menarik. Kompleksitasnya terletak pada proses pengumpulan data dan metodologi. Data untuk analisis sentimen sangat beragam. Semua data harus diinterpretasikan untuk menafsirkan mood publik pada saham yang dianalisis. Durasi dan efek faktor sentimen juga perlu diperhitungan. Selain itu, tidak selamanya sentimen memperoleh respon dalam bentuk aksi jual dan beli yang sama.
Analisis Teknikal Saham
Analisis teknikal saham adalah analisis untuk memprediksi gerakan harga saham pada hari perdagangan. Seorang analis teknikal akan mempelajari data historis saham untuk tujuan ini. Data historis yang paling umum digunakan adalah harga saham dan volume perdagangan. Beberapa analis juga menggunakan data frekuensi perdagangan sesuai dengan tujuan analisisnya.
Analisis teknikal dilakukan dengan asumsi bahwa pergerakan harga saham pada hari perdagangan adalah refleksi dari kondisi fundamental maupun sentimen pasar.Analisis teknikal ini menggunakan 4 tool atau alat bantu utama, yaitu grafik, pola candlesticks, indikator, dan support dan resistance. Analisis ini dilakukan oleh seorang trader untuk memahami data historis dari kegiatan trading sebagai dasar untuk menentukan strategi trading pada hari selanjutnya.
Analisis teknikal adalah analisis yang banyak digunakan oleh para trader untuk menentukan aksi jual dan beli atas suatu saham pada hari perdagangan. Pemahaman atas pola pergerakan maupun volume saham menjadi dasar utama untuk menginterpretasikan minat jual atau minat beli suatu saham. Analisis teknikal juga berupaya untuk menentukan waktu yang tepat untuk melakukan aksi jual atau mengidentifikasi harga saham yang dianggap telah memenuhi harga terendah sebagai indikasi aksi beli.
Analisis teknikal juga digunakan untuk menyusun strategi pengelolaan risiko trading. Harga saham volatile yang dapat melonjak tiba-tiba atau menurun pada hitungan menit akan menjadi sangat berisiko jika tidak dikelola dengan baik. Itulah sebabnya, salah satu fungsi analisis teknikal adalah untuk menentukan waktu exit yang tepat apabila aumsi atau hasil analisis tidak sesuai dengan kondisi trading.***
Baca Juga: 12 Kategori Saham Di Bursa Efek Indonesia: Pahami Sebelum Investasi































2 Comments