Nilaisaham.com – Banyak asumsi terkait dengan aktivitas trading dan investasi yang terus-menerus diajarkan, tetapi tidak selamanya benar. Kesalahan asumsi trading dan investasi saham tersebut menyebabkan rekan trader dan investor terlambat memahami teknik dan strategi yang tepat agar trading dan investainya menguntungkan. Simak masing-masing asumsi tersebut dan cara menhindarinya.
Asumsi Trading
Motivasi setiap individu melakukan investasi di pasar model beraneka ragam. Namun, motivasi dominan atau paling umum adalah untuk memperoleh profit atau nilai aset yang lebih tinggi daripada menempatkan uang pada tabungan konvensional. Akibatnya, banyak asumsi-asumsi yang terlanjur terbentuk dalam diri seorang trader atau investor yang justru membuat tujuan utamanya untuk memperoleh profit malah berakhir dengan kerugian. Banyak hal yang harus diperhatikan agar kesalahan asumsi trading ini tidak menjadi penghambat tercapainya tujuan investasi.
Kenali Profil Investasi
Kenali dirimu dan profil investasimu. Ini adalah nasehat pertama yang disampaikan hampir oleh semua analis atau coach investsasi. Seseorang dikatakan telah memahami profil investasini jika telah dapat membedakan tujuan atau motif investasinya. Investor harus melakukan investasi. Trader harus melakukan trading. Pertanyaannya bagaimana jika saham yang dipilih tidak sesuai dengan profil investasi? Jadi, profil investasi adalah kesesuaian antara kondisi pribadi seorang trader dengan aset yang menjadi tujuan investasi, serta kondisi atau faktor-faktor yang berpengaruh pada kondisi tersebut.
Baca Juga: 11 Top Gainers Saham Pada Perdagangan Kemarin
Pahami Risiko Investasi
Setiap investasi memiliki risiko. Dalam dunia investasi berlaku pameo “high risk, high return”. Kalau mau memperoleh profit atau gain yang tinggi, siap-siap untuk menghadapi risiko yang tinggi. Dalam dunia trading saham, pameo itu sebenarnya perlu dimodifikasi. Pameo seharusnya adalah “bearable risk, optimum return”. Tujuan dari setiap trader atau investor adalah mengoptimalkan profit pada kondisi risiko yang dapat diterima. Kalau slogannya masih “high risk, high return“, itu berarti rekan trader tidak pernah melihat investasi sebagai proses bisnis yang kinerjanya, baik risiko maupun profit, harus dikelola secara disiplin.
Investasi Lebih Untung
Trading saham adalah opsi pengelolaan aset yang lebih untuk juga merupakan asumsi trading yang umum ditemukan. Ini juga asumsi trading yang kurang tepat. Baik trading maupun investasi, memberikan return dan risiko yang kurang lebih sama dengan kegiatan bisnis pada umumnya, Keuntungan investasi atau trading saham selalu terkait dengan kerugian. Istilahnya, tidak ada keuntung investasi saham tanpa kerugian. Bedanya, investasi saham memberikan peluang keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan konvensional di bank karena ada risiko yang tinggi.
Jadi, cukup keliru jika trader hanya melihat aspek keuntungan saja tetapi melupakan risiko yang terkait dengan keuntungan tersebut. Kuncinya adalah manajemen proses trading dan investasi yang benar. Tidak ada seorangpun pelaku bursa yang murni melakukan motif untuk investasi saja atau trading saja. Kombinasi strategi tetap menjadi pilihan terbaik untuk memaksimalkan hasil pada kegiatan jual-beli saham.
Baca Juga: Saham Auto Reject Atas: Harus Bagaimana?
Tidak Cut-Loss Saat Investasi
Banyak analis yang menyarankan untuk tidak melakukan cut-loss pada saham yang sudah dibeli. Ini juga salah satu kesalahan asumsi trading yang umum ditemukan. Banyak kasus di mana seorang investor tidak melakukan cut-loss karena motifnya adalah melakukan investasi jangka panjang. Biasanya kasus ini berakhir dengan turunnya nilai aset investor tersebut. Mengasumsikan bahwa investasi tidak memerlukan cut-loss adalah asumsi yang akan memperbesar risiko investasi itu. Karena motif trading maupun investasi sama-sama untuk mencapai profit atau gain, maka cut-loss wajib dilakukan. Jika tidak, siap-siap untuk kehilangan aset rekan trader.
Asumsi Analisis Fundamental Tidak Perlu
Pandangan bahwa analisis fundamental tidak perlu juga merupakan kesalahan asumsi trading yang umum ditemukan. Analisis fundamental, teknikal, dan sentimen diperlukan untuk memilih saham dan melakukan price action yang tepat. Yang berbeda adalah pada tahap-tahap apa analisis tersebut harus dilakukan. Jadi untuk mencapai tujuan investasi yang “bearable risk, optimum return”, semua analisis tersebut diperlukan. Abai terhadap analisis fundamental akan menyebabkan rekan trader berisiko menghadapi saham volatil.
Itu adalah 5 kesalahan asumsi yang harus dihindari oleh rekan trader. Sekali lagi, daftar asumsi tersebut hanya untuk diketahui sebagai pengetahuan awal bagi rekan trader pemula. Banyak hal kompleks yang harus dipelajari untuk mengatasi kesalahan asumsi tersebut. Pastikan rekan trader berlangganan artikel premium untuk memperoleh pengetahuan dan strategi trading dan investasi yang benar.***































3 Comments