poin kesepakatan damai trump

28 Poin Kesepakatan Damai Trump: Akankah Perang Rusia-Ukraina Dapat Diakhiri?

Nilaisaham.com – Rumusan 28 poin kesepakatan damai Trump bagi Rusia dan Ukraina adalah topik terpanas dalam konstelasi geopolitik global yang menyedot perhatian berbagai pihak saat ini. Poin-poin proposal tersebut akan diajukan oleh Pihak Amerika Serikat kepada Pihak Ukraina untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari 3 tahun. Apakah poin kesepakatan damai Trump tersebut akan diterima oleh Presiden Ukraina Volodymir Zelensky atau ditolak? Nilaisaham.com mengulas potensi negosiasi ini akan berakhir sukses atau gagal untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan antara kedua negara.

Poin-poin Kesepakatan Damai Trump

Pemerintah AS – dipimpin oleh Donald Trump – benar-benar bekerja keras untuk mewujudkan perjanjian damai antara Ukraina dan Rusia. Setelah sanksi atas 2 raksasa minyak Rusia – Rosneft dan Lukoil – mulai efektif pada Jumat lalu (17/11), AS kini melangkah lebih lanjut dengan mengajukan 28 poin kesepakatan damai tersebut.

Ke-28 poin kesepakatan damai Trump tersebut nampaknya menjadi momentum game bagi Ukraina. Bayangkan saja, poin kesepakatan damai tersebut meminta Ukraina untuk menyerahkan kedaulatannya atas wilayah Dontetsk di bagian timur Ukraina. Di sisi lain, Ukraina juga diwajibkan untuk menghentikan rencana untuk menjadi anggota NATO. Paket-paket dukungan juga akan disediakan bagi Ukraina jika menerima rencana tersebut. Jaminan keamanan akan diberikan bagi Ukraina dan pilihan untuk menjadi anggota Uni Eropa.

Posisi Ukraina Yang Serba Dilematis

Reaksi awal dari Ukraina atas 28 poin kesepakatan damai Trump  tersebut menunjukkan dilema bagi negara ini. Tidak ada pilihan yang benar-benar menguntungkan bagi Ukraina. Jika menerima, maka implikasinya adalah hilangnya kedaulatan atas beberapa wilayah. Pilihan ini akan nedampak luas karena Zelensky berpotensi ditentang oleh masyarakatnya sendiri karena menerima poin kesepakatana akan bertentangan dengan konstitusinya. Jadi, menerima kesepakatan adalah kerugian bagi Ukraina.

Menolak poin kesepakatan juga tidak menguntungkan bagi Ukraina. Bayangkan, bantuan dari AS akan dicabut dan dalam hitungan bulan, Ukraina akan kehabisan amunisi artileri dan sistem pertahanan udara. Rusia akan terus menyerang dan kehancuran bagi Ukraina akan di depan mata jika Kyiv menolak. Secara kalkulasi, sikap menolak adalah strategi yang lebih buruk daripada menerima opsi-opsi tersebut.

Baca Juga: Shutdown Pemerintahan AS Berakhir: 5 Reaksi Pasar Yang Perlu Dicermati!

Posisi Rusia Yang Lebih Menguntungkan

Rusia nampaknya memiliki posisi yang lebih baik dalam opsi perdamaian yang akan diajukan oleh pemerintah AS tersebut. Sanksi terhadap perdagangan minyak Rusia telah menimbulkan efek turunnya harga minyak di Rusia. Saat ini, harga minyak negara ini turun rata-rata US 36 per barrel atau terdiskon hingga USD 20 per barel setelah sanksi perdagangan minyak berlaku efektif pada Jumat (17/11).

Pilihan menolak bagi Rusia atas poin kesepakatan damai Trump tersebut tentu sangat tidak rasional. Pihak Kremlin akan lebih memilih menerima opsi sanksi yang diajukan oleh AS karena secara kalkulasi, akan menguntungkan posisinya. Sikap menerima dari Kremlin akan membuat sanksi ekonomi dicabut. Kondisi ini tentu akan diterima bukan saja oleh Putin tetapi oleh semua masyarakat Rusia. Di sisi lain, Putin juga mencapai tujuannya agar negara-negara NATO tidak berada di Ukraina yang menjadi faktor pencetus ekspansi militer yang dilancarkan oleh Rusia selama ini.

Potensi Tercapainya Perdamaian

Pihak Rusia dan Ukraina kemungkinan besar akan menerima opsi perdamaian yang diajukan oleh AS. Bagi kedua pihak yang telah bertikai cukup lama ini, menerima adalah pilihan yang paling rasional. Bagi Rusia, efek dari sanksi ekonomi akan berakhir dan persoalan keamanan dari potensi inflitrasi NATO akan dapat diakhiri.

Bagi Ukraina, menerima adalah pilihan buruk dari yang terburuk. Kedaulatan atas beberapa bagian negara dengan insentif bantuan rekonstruksi dan kesempatan bergabung dengan Uni Eropa bukanlah pilihan ideal dari perspektif kedaulatan dan keutuhan wilayah. Namun, pilihan itu nampaknya menjadi solusi dibandingkan hilangnya Ukraina secara total akibat potensi ekspansi Rusia yang akan menghancurkan Ukraina secara total jika opsi yang diajukan ditolak.

Poin kesepakatan damai Trump tersebut nampaknya bukanlah solusi ideal yang akan memuaskan kedua belah pihak yang bertikai. Tapi yang pasti, memuaskan bagi AS karena misinya untuk mendamaikan Rusia dan Ukraina akan tercapai. Paling tidak, AS akan melihat bagaimana perang berhasil dihentikan, Ini tentu akan menjadi prestasi luar biasa bagi Donald Trump. Sejak masa awal pemerintahannya, Trump memang menjadikan tercapainya perdamaian kedua negara bertetangga ini sebagai salah satu tujuan pemerintahannya.

Solusi damai adalah pilihan terbaik bagi Rusia dan Ukraina. Namun, Solusi yang damai yang berkeadilan adalah pilihan terbaik. Dunia akan menantikan kemampuan Ukraina menegosiasikan poin-poin untuk mencapai solusi damai berkeadilan tersebut sebagai solusi terbaik. Paling tidak, Ukraina diberikan hak untuk semaksimal mungkin mempertahankan kedaulatan dan martabatnya dalam negosiasi kesepakan damai tersebut oleh Trump. ***

Tagged:
nilai saham
error: