Nilaisaham.com – Saham-saham top gainers ini menunjukkan kondisi uptrend untuk perdagangan pada pekan kedua September 2025. Banyak faktor positif berkontribusi pada naiknya harga saham ini. Bagi rekan trader, ayo simak 11 saham top gainers pada awal pekan ini.
Saham Top Gainers
Saham top-gainers adalah salah satu kriteria penting untuk memilih saham yang termasuk kategori bagi seorang trader. Bagi investor jangka panjang, posisi top-gainers bersifat relatif karena akan ditentukan oleh jangka waktu investasi masing-masing.
Sebelas emiten top gainers tersebut mencakup: Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Golden Flower (POLU), Gudang Garam (GGRM), United Tractors (UNTR), Sinarmas Multiartha (SMMA), Aneka Tambang (ANTM), Metropolitan Kentjana (MKPI), Citra Borneo Utama (CBUT), Duta Pertiwi (DUTI), Ifishdeco ( IFSH), dan Wismilak (WIIM). Harga saham-saham ini bervariasi dari sangat mahal misalnya DSSA hingga murah misalnya WIIM dan IFSH. Jadi kenaikan saham ini relatif terhadap harganya. Cermati saham-saham ini jika rekan trader termasuk trader yang memiliki preferensi trading pada saham-saham top gainers.
Klasifikasi Harga
Saham-saham top gainers tersebut dapat digolongkan sebagai saham dengan harga sangat mahal (DSSA), mahal (DSSA, SMMA, MKPI, dan UNTR). Saham-saham tersebut tergolong murah untuk emiten berikut: WIIM dan IFSH. Sisanya termasuk kategori harga menengah. Tidak ada acuan khusus terkait dengan harga saham, karena pilihan untuk membeli atau tidak saham tersebut akan tergantung pada modal yang dimiliki oleh rekan trader untuk melakukan investasi atau trading di pasar modal. Jadi, sesuaikan preferensi trading atau investasi rekan trader masing-masing dengan harga saham yang sesuai.
Baca Juga: Saham Auto Reject Atas: Harus Bagaimana?
Volume Trading
Di antara emiten-emiten top gainers tersebut, saham-saham Aneka Tambang (ANTM), Wismilak (WIIM), dan United Tractors (UNTR) adalah saham yang diperdagangkan paling tinggi kemarin (08/09). Menguatnya harga saham yang dikkuti dengan volume yang tinggi menunjukkan bahwa kenaikan harga terkonfirmasi oleh aksi beli yang tinggi. Dengan kata lain, kenaikan harga disebabkan oleh minat beli yang tinggi.
IHSG yang menurun pada hari perdagangan (08/09) ini menunjukkan banyaknya aksi jual pada saham-saham lain dan trader dan investor beralih ke saham yang memiliki prospek naik untuk mencegah menurunnya nilai aset atau portfolionya. Perubahan ini adalah kondisi yang wajar karena trader berusaha menghindari transaksi beli pada saham-saham yang turun sangat drastis akibat ketegangan politik tersebut.
Frekuensi Trading
Dua emiten yang termasuk saham top gainers dan pemegang sahamnya paling banyak melakukan transaksi pada perdagangan Senin (08/09) adalah United Tractors (UNTR) dan Aneka Tambang (ANTM). Apakah kebetulan kalau kedua emiten ini berasal dari sektor industri dan mineral? Tidak! Karena sektor ini memang sedang menguat di Bursa Efek Indonesia akibat sentimen yang positif terkait dengan kinerja emiten tersebut. Konsekuensinya adalah para trader dan investor beramai-ramai membeli kedua saham ini ketika sektor lain masih menghadapi gonjang-ganjing akibat demonstrasi di Jakarta.
Persentase Kenaikan
Saham-saham tersebut masuk kategori top gainer karena persentase kenaikan harga yang lebih tinggi. Persentase kenaikan harga pada kondisi masih terjadi gejolak poitik menunjukkan adanya keyakinan investor atau trader bahwa saham-sahan top gainer adalah saham pilihan yang tepat untuk menjaga agar nilai portfolio tidak turun. Tingkat kepercayaan ini terefleksikan dari aksi beli yang lebih tinggi dibandingkan dengan aksi jual. Saham UNTR naik +4,34% atau 1100 poin. Persentase kenaikan ini tergolong medium. Harga komoditas yang bergerak menguat menjadi sentimen positif yang berhasil mengurangi tekanan akibat ketegangan polsitik yang terjadi saat ini.
Saham ANTM naik +6,49% atau 220 poin. Persentase kenaikan ini tergolong tinggi. Efek ketegangan politik pada saham ini dapat diisolasi karena menguatnya harga komoditas pertambangan mineral yang menjadi segmen bisnis utama emiten ini.
Strategi
Untuk rekan trader, saham-saham dengan harga tergolong murah menjadi saham yang memberikan profit trading pada perdagangan kemarin. Sedangkan saham-saham dengan harga tergolong mahal membuat para investor yang memegang saham tersebut memilih posisi hold sambil menunggu waktu yang tepat untuk taking profit. Fenomena ini wajar karena pada kondisi terjadi gonjang-ganjing politik demikian, biasanya para investor jangka panjang memilih untuk wait-and-see, sedangkan para trader akan bermain pada saham-saham gorengan yang lebih volatil.(***).
Baca Juga: 3 Teknik Analisis Saham: Yakin Sudah Tahu?
——————————————————————————————————————Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak, membeli, atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Nilaisaham.com tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang diperoleh dari keputusan investasi pembaca.































4 Comments